Posted by: TheLove | February 28, 2012

Aliran Romantisme

Ketika Dresden kehilangan arti sebagai pusat keagamaan di Jerman selama tahun 1830, artis-artis Norwegia mengiktui J C Dahl, dan menemukan pusat baru di Düsseldorf.

Generasi ini, yang dinamakan ‘the Düsseldorfers’, menyajikan karya mereka kepada masyarakat Norwegia dan karya-karya mereka dikenal dalam tradisi Norwegia sebagai Romantisme Nasional (National Romanticism). Era ini terus dihubungkan dengan karya Adolph Tiedeman (1814- 1876) dan Hans Gude (1825-1903), yang bersama-sama menghasilkan lukisan yang hingga saat ini menjadi simbol ke-Norwegiaan – Brudferden i Hardanger (‘Bridal Voyage in Hardanger’). August Cappelen (1827-1852), yang melukis pemandangan kehidupan liar di daerah Telamark, dan Lars Hertervig (1830-1902), yang menciptakan interpretasi yang lebih pribadi terhadap sebuah pemandangan merupakan contoh-contoh para pelukis Norwegia beraliran Romantisme yang mengenyam pendidikan di Düsseldorf. Figur penting lainnya dari era ini adalah Amaldus Nielsen (1838-1932), Olaf Isaachsen (1835-1893) dan Carls Sundt-Hansen (1841-1907). Aliran Romantisme menekankan perhatian pada petani, bahkan dalam lukisan tentang Norwegia Barat dan pesisir pantai, menggambarkan mereka bekerja dengan menggunakan kostum tradisional.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: