Posted by: TheLove | February 28, 2012

Mari Berpikir (dengan) Baik

Aku bukanlah orang yang sempurna. Aku hanya orang biasa saja. Banyak cela pada diriku. Pun banyak sisi kebaikan yang dititipkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadaku. Cela, hina dan nistaku sebagai manusia yang mempunyai sisi baik yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Biasa saja.

Namun kali ini aku ingin menulis sebuah ajakan untuk berpikir dengan baik dan berpikir baik. Memikirkan banyak hal yang bersifat tidak baik, dengan cara yang baik, dan mencoba untuk selalu memperbaiki pikiran kita, agar ucapan dan perilaku baik yang nanti akan muncul dari kita.

Dalam sebuah hadist qudsi, Allah berfirman “ Aku bergantung prasangka hamba-Ku kepadaKU,apabila ia berprasangka baik kepadaku maka kebaikan baginya, dan bila berprasangka buruk maka keburukan baginya” (HR Ahmad)

Berawal dari pikiran, orang akan berucap dan berbuat. Orang yang berpikir negatif, niscaya ucapan dan perbuatannya tidak akan positif. Demikian pula sebaliknya.

Prasangka bisa memicu berpikir. Orang yang berprasangka buruk, ia akan berpikir buruk. Orang yang berpikir buruk, akan terpantul ke dalam ucapan dan perbuatannya.

Sebenarnya, saat kita berpikir, berucap dan berperilaku buruk… tanpa disadari kita menjadi pribadi yang sangat menjijikkan di mata orang lain. Nggak percaya???

Bayangkan bahwa diri anda adalah orang yang memahami internet. Bukan ABG yang baru mengenal internet kemarin sore. Anggap diri anda tahu manfaat internet begitu banyak. Anda mendapat penghasilan dari internet. Anda mempunyai website lebih dari satu domain. Dari website yang bersifat komersil, sosial, religi sampai blog sederhana untuk berbagi canda dan tawa.

Intinya anda memahami betul internet dan memanfaatkannya sebagai sebuah kebaikan yang tak terbatas oleh ruang dan waktu.

Kemudian anda berkelana, merantau atau bepergian jauh. Menembus batas teritorial-geografis tempat tinggal anda. Menembus batas budaya. Sampai di suatu tempat dimana anda bertemu dengan banyak orang yang berbeda ras, budaya, agama, suku dan karakter sosial masyarakat.

Lantas anda beraktifitas di depan laptop setiap hari. Konek internet setiap jam. Aktifitas anda dominan di depan laptop anda. Semua orang disekitar anda tahu betul bahwa anda tersambung di internet, karena jelas modem anda tercolok dan nyala.

Karena di sekitar anda, banyak sekali macam ragam manusia, dan anda memahami betul akan hal tersebut.

Suatu senja, anda pulang kerja… membuka laptop anda sembari santai di teras rumah anda. Datanglah tetangga anda nimbrung bersama anda. Sebut saja Si A. Tanpa banyak lihat layar laptop anda, ia duduk di depan anda dan melihat modem anda menyala kemudian komentar:Facebook-an ya pak/bu… Tiap hari facebook-an apa nggak bosan??? 

Anda menjawab apa?

Keesokan harinya, karena ada pertemuan warga… ia bicara kepada banyak orang bahwa anda artis facebook.

Apa yang anda pikirkan?

Di senja yang berbeda, anda masih melakukan hal yang sama. Anda membuka laptop anda, di teras depan rumah, sembari menikmati secangkir teh. Datanglah tetangga anda lainnya. Sebut saja Si B. Ia langsung melongok ke laptop anda, dan bilang: eh pak/bu kok saya penasaran vidoe skandal Bapak Pejabat Anu dan Artis Anu itu ya… bisa bukain itu… nanti dicopy ke hp saya ya…

Anda bersikap bagaimana?

Keesokan harinya dua orang tetangga anda lainnya mendatangi anda dan bilang: pak/bu, kata Si B, anda suka lihat video2 gituan ya… bagi dong sama kita-kita. koleksinya pasti banyak yaaa… nih aku bawa flashdisc…

Apa yang anda lakukan??

***

Si A, Si B dan dua teman Si B serta masih banyak lagi orang yang berpikiran yang tidak baik pada anda… pasti banyak berkeliaran di sekitar anda. Cara mereka berpikir sangatlah tidak pas untuk anda. Cara mereka menyangka diri anda tidak sama dengan realita yang anda lakukan setiap hari.

Mereka yang (entah karena budaya, atau karena latar belakang pendidikan) berpandangan sempit dan berpikir negatif, tentu sangat menjijikkan bagi anda bukan???

Bagi saya, itu sangaaat… sangat menjijikkan…

Sekarang, bayangkan seandainya anda yang menjadi mereka dan mereka menjadi anda. Balik posisi aja. Pasti di benak mereka, anda adalah sosok pribadi  yang sangat sangat menjijikkan.

Apakah anda mau menjadi pribadi yang menjijikkan bagi orang lain????  Saya yakin anda tidak menginginkan itu. Saya sangat yakin betul itu.

Hehehehe…
Yuk kita bersama-sama perbaiki sangkaan, pikiran, ucapan dan perbuatan kita yukk…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: